Categories
Desain Rumah Jasa Gambar Rumah

Rumah Sehat Untuk Keluarga

Faktor sebuah rumah sehat layak menjadi perhatian utama, di samping masalah desain eksterior dan interior. Mengapa demikian? Karena rumah sehat akan mendukung aktivitas dan melindungi penghuni.
Rumah sehat wajib memiliki syarat-syarat berikut, di antaranya memiliki jumlah bukaan yang cukup, fleksibel, dan mudah dipelihara. Penggunaan material bangunan pun harus bebas dari bahan kimia berbahaya sehingga penghuni bisa merasa nyaman tanpa was-was terkena racun.
Pencahayaan dari sinar matahari secara langsung akan menerangi dan memberi kehangatan sudut yang semula gelap. Dengan demikian bisa mencegah lembap pada ruangan dan membantu membunuh bakteri serta kuman yang mungkin tumbuh di rumah.
Sirkulasi yang lancar membuat udara bersih leluasa masuk dan udara kotor bisa keluar. Rumah akan terasa sejuk meskipun tanpa AC. Oleh karena itu, perlu dibuat bukaan-bukaan (jendela dan ventilasi) yang cukup dan dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan terjadinya pergantian udara.
Sumber air bersih untuk rumah juga merupakan salah satu hal terpenting. Pastikan saluran air bekerja baik sehingga air mengalir lancar ke kamar-kamar mandi atau bak cuci supaya kebutuhan seluruh anggota keluarga terpenuhi. Pikirkan pula cara pembuangan limbah rumah tangga, baik dari kamar mandi maupun sampah.

Ciri Rumah Sehat

Memiliki rumah sehat merupakan idaman bagi semua orang. Karena rumah merupakan tempat bagi seseorang untuk menghabiskan waktu mereka setelah beraktivitas di luar rumah. Dengan demikian, rumah harus bisa didesain sedemikian rupa agar mampu memberikan kenyamanan bagi setiap penghuninya.
Diharapkan dengan memiliki rumah sehat, maka akan berdampak pada tingkat kesehatan semua orang yang menghuni rumah tersebut. Dan dengan rumah yang sehat, diharapkan akan mampu membawa pengaruh dalam proses penciptaan lingkungan yang sehat. Demikian seterusnya hingga pada akhirnya, seluruh masyarakat akan terbiasa untuk memiliki pola hidup sehat dalam kesehariannya.
Kampanye mengenai kesehatan di lingkungan rumah ini, merupakan isu yang perlu untuk terus dikembangkan. Hal ini mengingat kesadaran masyarakat Indonesia dalam menciptakan kesehatan di lingkungan rumahnya, masih sangat rendah.
Di perkotaan misalnya, masih banyak dijumpai lingkungan perumahan kumuh yang secara ilmu kesehatan tidak layak untuk dijadikan lokasi hunian. sehingga standar kesehatan yang seharusnya diperhatikan dalam memilih tempat tinggal pun acapkali diabaikan. Dikalahkan dengan kebutuhan untuk mencari tempat tinggal meski pun harus menggunakan tempat yang tidak semestinya.
Di perkotaan, banyak sekali dijumpai pemukiman kumuh yang berada di bantaran sungai, di bawah jembatan atau bahkan di pinggir rel kereta. Padahal, pemukiman di tempat tersebut bukan hanya jauh dari standar kesehatan minimal. Namun juga bisa memberikan dampak terhadap keselamatan jiwa semua orang yang tinggal di kawasan tersebut.
Jika tinggal di pinggir sungai, resiko yang akan dihadapi adalah ketika musim penghujan tiba. Dimana pada saat itu, biasanya debit air di sungai-sungai akan meningkat bahkan sering menimbulkan bahaya banjir. Jika banjir terjadi, maka ancaman pertama adalah akan mendatangi para penghuni rumah yang ada di sepanjang bantaran sungai.
Selain itu, perilaku para penghuni rumah di pinggir sungai juga kerap jauh dari budaya hidup sehat. Keterbatasan lahan menyebabkan mereka seringkali membuang sampah secara sembarangan ke sungai. Hal inilah yang menjadi penyebab tingginya resiko banjir karena aliran sungai menjadi tidak lancar.
Selain itu, masih banyak dijumpai penggunaan sungai sebagai tempat untuk kebutuhan sehari-hari. Seperti mandi, mencuci bahkan untuk buang air besar. Hal ini belum termasuk adanya perilaku membuang limbah air ke dalam sungai. Dampaknya, kualitas air sungai menurun dan tidak lagi bisa dikatakan sebagai air yang sehat.
Demikian pula dengan beberapa rumah yang berada di pinggir rel kereta api atau juga di kawasan pembuangan sampah. Kedua lokasi ini tidak bisa disebut sebagai sebuah contoh kawasan tempat tinggal yang sehat. Di sekitar rel kereta api, biasanya akan muncul polusi suara akibat lalu lintas kereta api yang terus berlangsung sepanjang hari. Selain itu, dengan memilih tempat tinggal di pinggir rel kereta api, memiliki resiko yang sangat tinggi apabila terjadi kecelakaan kereta api.
Memilih Rumah
Pada dasarnya, dalam kita memilih sebuah tempat tinggal bukan hanya ditentukan dari kondisi rumah tersebut saja. Minimal ada tiga komponen utama yang perlu juga diperhatikan, selain dengan melihat bentuk fisik rumah atau kawasan dimana kita akan membangun sebuah rumah.
Ketiga hal tersebut adalah ketersediaan air, saluran listrik dan terakhir masalah lingkungan. Semua hal tersebutĀ  memiki peran vital pada saat kita hendak memutuskan tempat tinggal kita dan merupakan kebutuhan mendasar yang harus ada.
Air, diperlukan karena sebagian besar kehidupan kita sangat bergantung pada air. Mulai dari mandi, untuk kebersihan hingga untuk memasak semua membutuhkan air. Apa jadinya jika di tempat kita tinggal tidak tersedia air bersih. Tentunya, keseimbangan kehidupan kita akan terganggu.
Selain itu, listrik merupakan hal utama yang perlu diperhatikan ketika kita hendak berdiam di suatu tempat. Hal ini dikarenakan segala aktivitas manusia di era sekarang ini memiliki ketergantungan yang besar terhadap listrik. Pada saat ini berbagai peralatan rumah tangga sudah dibuat dengan sistem elektrik dengan listrik sebagai sumber energinya.
Faktor terakhir adalah lingkungan. Lingkungan yang baik akan mampu menciptakan kehidupan yang baik serta menjadikan kita nyaman tinggal di rumah kita. Selain itu, lingkungan yang bersih secara tidak langsung akan menjadikan kita terbiasa untuk turut dalam budaya bersih itu pula. Dan demikian pula sebaliknya.
Membuat Rumah Sehat
Lantas, bagaimana yang dimaksud dengan rumah sehat tersebut? Apakah rumah sehat harus dikonotasikan dengan berada di kawasan ellite dengan harga mahal dan rumah yang mewah ? Tentu saja, pemaknaan seperti ini kiranya terlalu sempit dan naif. Karena pada dasarnya, rumah yang sehat tidak sekedar diukur dari kondisi fisik rumah tersebut dan lokasi dimana rumah tersebut berada.
Hakikat dari rumah bukan hanya sebagai tempat untuk beristirahat bagi seseorang. Lebih jauh, rumah memiliki fungsi sebagai tempat untuk membentuk kehidupan yang sehat bagi seseorang. Dengan hakikat ini maka situasi rumah merupakan unsur dominan untuk menentukan apakah sebuah rumah bisa dikategorikan sebagai rumah sehat atau bukan.
Klasifikasi rumah sehat meliputi kondisiĀ  biologi dan fisik dalam rumah tersebut dan lingkungannya. Hal ini menjadi media untuk membantu penghuni rumah serta masyarakat bisa berinteraksi dan memiliki derajat kesehatan yang maksimal.
Sebuah rumah bisa dikategorikan sebagai rumah sehat apabila memenuhi beberapa kriteria yang ada. Untuk menentukan apakah sebuah rumah dikatakan sehat atau tidak antara lain :

1. Memiliki ruang sirkulasi udara yang cukup baik

Sirkulasi yang baik ini untuk menciptakan ruangan yang segar dan memiliki perputaran udara yang baik. Sehingga pada nantinya udara di dalam rumah tetap terjaga kualitasnya dan menghindari suasana yang pengap karena udara yang tidak bebas keluar masuk rumah.

2. Terdapat pencahayaan yang cukup untuk bagian dalam rumah.

Akan menyebabkan rumah terlihat lebih terang dan tidak terlihat kusam dengan adanya pencahayaan yang cukup di dalam rumah. Syarat minimal yang disarankan adalah cahaya yang masuk minimal bisa menyinari 60% dari keseluruhan ruangan.

3. Ketersediaan air bersih yang cukup

Hal ini penting karena air merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang tidak bisa digantikan oleh apapun. Apalagi hampir semua kegiatan manusia pasti berhubungan dengan air.

4. Instalasi pembuangan air limbah yang memadai

Air limbah ini merupakan masalah yang tidak boleh disepelekan. Sebab, semua rumah pasti akan menghasilkan limbah cair yang jika tidak dikelola bisa menyebabkan permasalahan dengan lingkungannya. Sebaiknya, di halaman rumah dibuat sebuah bagian yang berfungsi untuk menampung air limbah tersebut agar tidak tersebar kemana-mana dan menyebabkan gangguan pada lingkungan.

5. Kondisi ruangan dan dinding yang tidak lembab dan mudah terkontaminasi zat tertentu.

Rumah yang sehat memiliki kelembaban udara antara 40-70%. Batasan ini merupakan angka aman agar sebuah rumah bisa tetap terasa nyaman bagi semua orang yang tinggal di dalamnya. Kelembaban yang berlebihan bisa memicu munculnya pertumbuhan jamur yang akan mengganggu kenyamanan bagian dalam rumah.