RUMAH TAHAN GEMPA

Rumah Tahan Gempa

Rumah Tahan Gempa – Rumah adalah bangunan berbentuk ruangan yang dibatasi oleh dinding serta atap, dialasi laintai, dan biasanya memiliki jalan masuk berupa pintu. Rumah bisa dilengkapi dengan jendela, lubang-lubang ventilasi ataupun tidak. Lantainya bisa berupa tanah atau rangkaian ubin, babut, keramik, papan, kayu, dan lain-lain.

Rumah modern biasanya memiliki unsur-unsur di atas secara lengkap, dan ruangan di dalamnya terbagi-bagi menjadi beberapa kamar-kamar yang berfungsi spesifik, seperti kamar tidur, kamar mandi, WC, ruang makan, ruang keluarga, ruang tamu, garasi, gudang, teras, dan pekarangan.

Rumah biasanya dibuat berdasarkan kebutuhan, anggaran, dan selera pemiliknya, oleh karena itu terdapat banyak sekali macam-macam rancangan bangunannya.

Desain-desain rumah tinggal di antaranya adalah model minimalis, tropis, tingkat, joglo, Melayu, Jepang, dan sebagainya. Model rumah akan menentukan pemilihan bahan-bahan bangunan, metode pembangunan, serta rancangan untuk interiornya.

Bencana Gempa Melahirkan Teknologi

Salah satu bencana alam yang tahun-tahun belakangan ini kerap terjadi di tanah air adalah bencana gempa bumi. Sebuah bencana alam dahsyat yang telah menelan puluhan ribu nyawa masyarakat Indonesia. Tak terhitung berapa kerugian materiil yang ditanggung akibat bencana alam yang terjadi hampir merata di kepulauan Indonesia. Bencana gempa bumi terjadi secara mendadak, terkadang bencana ini juga bergandengan dengan bencana alam tsunami. Sebutlah semisal bencana gempa bumi di Aceh yang berujung pada bencana maha dahsyat tsunami, gempa Sumatera Barat, Jogjakarta, Sumatera Utara, Jawa Barat dan seterusnya.

Bencana gempa bumi terjadi secara mendadak, terkadang bencana ini juga bergandengan dengan bencana alam tsunami. Akibat dari beruntunnya bencana alam yang terjadi di tanah air, masyarakat Indonesia pun akhirnya dituntut sigap dalam menyambut aneka macam bencana yang selalu terjadi secara tiba-tiba. Salah satu bentuk upaya kesigapan terhadap bencana alam gempa ini adalah munculnya teknologi aneka desain rumah tahan gempa.

Teknologi rumah tahan gempa ini pun tak jauh-jauh berkiblat pada sebuah negara yang langganan mengalami bencana gempa bumi yakni Jepang. Jepang mulai menerapkan sistem desain rumah tahan gempa setelah terjadinya bencana gempa dahsyat yang mengguncang Tokyo pada tahun 1855.

Semenjak itu struktur bangunan-bangunan di Jepang mulai dikemas dengan struktur tahan gempa sederhana, yakni dengan cara memasang batang silang sebagai elemen pembuat kaku secara horizontal dan vertikal. Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi gempa tektonik cukup tinggi pun memungkinkan untuk merancang jenis desain bangunan yang sama.

Konstruksi bangunan tahan gempa akan berjalan baik paling tidak dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya; pemilihan lokasi yang tepat, sistem material yang memadai dan bentuk konstruksi yang memenuhi syarat.

Aneka Rumah Tahan Gempa

Jika Anda masih bertanya-tanya seperti apa desain rumah sederhana tahan gempa, berikut beberapa contohnya;

Rumah berbahan baku bambu

Anda tentu masih ingat dengan bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh beberapa tahun lalu, beberpa rumah yang tersisa usai bencana itu terjadi sebagian besar adalah rumah dengan bahan baku tradisional bambu. Sementara pemerintah Jogjakarta pasca bencana gempa yang melanda Bantul tahun 2007 mulai menggalakkan pembangunan rumah berbahan baku bambu.

Bahan baku bambu digunakan untuk membuat desain rumah darurat pasca bencana. Bambu bersifat lentur, ringan dan praktis. Secara ekologi, tanaman bambu juga sangat membantu sistem keseimbangan tata air lingkungan. Musashino Art University, Jepang, bekerjasama dengan Desain Produk Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB telah berupaya membuat desain rumah segitiga yang terbuat dari bambu. Desain ini bersifat bongkar pasang, sangat sesuai untuk Anda yang berada di lokasi bencana.

Desain rumah bentuk bola

Rumah bola atau disebut juga rumah Barier merupakan desain rumah yang ditemukan oleh Jepang. Keistimewaan jenis desain ini tak hanya dirancang tahan terhadap bencana gempa, namun juga memiliki keistimewaan bisa mengapung di air. Jika ada air, desain ini secara otomatis akan mengapung di air.

SELANJUTNYA——–>