Categories
Tips

Efek Rumah Kaca Apakah Berbahaya

Istilah efek rumah kaca memang sering dikait-kaitkan dengan pemanasan global. Efek rumah kaca disinyalir sebagai pemicu utama pemanasan global. Salah satu contoh konkret terjadinya pemanasan global adalah meningkatnya suhu bumi yang semakin panas setiap harinya.

Akibatnya, suhu bumi menjadi tidak stabil sehingga cuaca berubah tidak menentu. Perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi ini sangat berpotensi mengancam kelangsungan hidup di muka bumi. Oleh sebab itu, diperlukan upaya untuk mencegah atau mengurangi efek rumah kaca sebagai pemicu utama pemanasan global.

Apa Itu Efek Rumah Kaca?

Istilah efek rumah kaca memang sangat sering kita dengar. Terlebih, belakangan ini ketika pemanasan global mulai mendapat perhatian dari berbagai kalangan di dunia. Namun, tahukah Anda mengenai definisi Efek RK itu sendiri?
Selama ini, mayoritas orang beranggapan bahwa Efek RK merupakan panas yang disebabkan oleh pantulan beberapa gedung kaca yang ada di bumi.

Pandangan tersebut tidaklah sepenuhnya menyimpang dari definisi Efek RK yang sesungguhnya. Lantas, apa definisi Efek RK yang sebenarnya?
Efek RK adalah menggumpalnya gas-gas rumah kaca (seperti CO2, CO, gas metan, CFC, dan sebagainya) sehingga panas sinar matahari tidak diserap seutuhnya oleh bumi dan dipantulkan kembali ke luar angkasa.

Bumi tidak dapat menyerap panas matahari seutuhnya karena terhambat oleh gas-gas rumah kaca yang telah menggumpal dalam atmosfer bumi. Pemantulan panas itulah yang akhirnya membuat Efek RK menjadi pemicu meningkatnya suhu bumi.

Kapan Efek Rumah Kaca Pertama Kali Ditemukan?

Joseph Fourier merupakan orang yang pertama kali menemukan Efek RK pada 1824. Efek RK merupakan sebuah proses ketika atmosfer memanaskan sebuah planet. Planet Mars dan Venus serta benda langit lain yang memiliki atmosfer (seperti satelit alami Saturnus, Titan) mempunyai Efek RK.

Efek RK bisa dipakai untuk menunjuk dua hal berlainan, yaitu Efek RK alami yang terjadi secara alami di muka bumi dan efek rumah kaca yang terus meningkat akibat aktivitas manusia. Namun, mayoritas ilmuwan telah sepakat untuk menerima hal pertama.

Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca

Mekanisme terjadinya Efek RK berhubungan dengan daur aliran panas matahari. Sekitar 30 persen radiasi matahari yang memancar ke tanah dipantulkan kembali ke luar angkasa. Lalu, pantulan cahaya tersebut diserap oleh uap, gas karbondioksida (CO2), nitrogen, oksigen, serta gas-gas lain yang terdapat di atmosfer.

Sementara itu, sisa cahaya matahari sebanyak 70 persen diserap oleh tanah, laut, dan awan. Hal itulah yang menyebabkan tanah serta air pada malam hari relatif lebih hangat daripada udara di atasnya. Energi yang telah berhasil diserap ini akan diradiasikan kembali ke atmosfer sebagai radiasi inframerah, gelombang panjang, maupun energi panas.

Mayoritas radiasi inframerah tersebut akan terperangkap atau tertahan oleh gas CO2 dan uap air di atmosfer. Sementara itu, sebagian kecil radiasi inframerah akan tetap lepas ke luar angkasa. Akibatnya, permukaan bumi akan dihangatkan oleh molekul uap air, gas CO2, dan sejenisnya. Efek penghangatan inilah yang akhirnya disebut sebagai Efek RK.

Upaya Pencegahan Efek Rumah Kaca

Hingga saat ini, Efek RK memang menjadi pembicaraan utama sebagai pemicu utama pemanasan global. Sayangnya, belum ditemukan upaya pasti untuk menghilangkan Efek RK. Upaya optimal yang dapat dilakukan hanya melakukan pencegahan guna mengurangi Efek RK. Berikut ini merupakan beberapa upaya untuk mencegah peningkatan Efek RK.

1. Upaya Pencegahan Efek Rumah Kaca – Mengurangi Produksi Sampah Organik

Tidak dapat dipungkiri, keberadaan sampah di muka bumi ini seolah telah menjadi setengah penghuni utama bumi. Faktanya, gunung-gunung sampah yang kotor dan berbau sangat akrab dijumpai di setiap daerah. Pemerintah pun seolah telah kehabisan akal untuk menyelesaikan persoalan timbunan sampah ini.

Akan tetapi, yang lebih dibutuhkan bukanlah upaya pemerintah, melainkan upaya tiap individu untuk mengurangi produksi sampah organik maupun anorganik. BEfek RKaitan dengan pengurangan Efek RK, produksi sampah organik harus benar-benar dikurangi.

Meskipun pada akhirnya akan membusuk dan diserap tanah, jumlah sampah organik berlebih dapat menghasilkan gas metan yang akan mengakibatkan Efek RK. Salah satu upaya untuk mengurangi jumlah sampah organik adalah dengan cara didaur ulang menjadi kompos.

Selain dapat mengurangi Efek RK, kegiatan daur ulang sampah organik ini dapat memberikan manfaat yang cukup besar. Salah satunya, menambah penghasilan dengan menjual pupuk kompos buatan sendiri.

2. Upaya Pencegahan Efek Rumah Kaca – Mengurangi Pemakaian Kendaraan Bermotor

Keberadaan kendaraan bermotor di era modern ini memang seolah sudah menjadi darah dalam daging. Setiap kali bepergian, jarak jauh maupun dekat, kendaraan bermotor selalu menjadi jasa penggerak utama. Sayangnya, keberadaan kendaraan bermotor telah menciptakan kemalasan dalam diri masyarakat.

Akibatnya, mereka enggan berjalan kaki meskipun hanya bepergian jarak dekat. Padahal, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dalam jarak dekat saja dapat mengurangi Efek RK. Dengan memilih berjalan kaki untuk bepergian jarak dekat, Anda telah berberan mengurangi gas emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor sehingga dapat mencegah Efek RK.

3. Upaya Pencegahan Efek Rumah Kaca – Mengurangi Penggunaan Pendingin Ruangan

Di kota-kota besar, keberadaan pendingin ruangan atau yang akrab disebut AC (Air Conditioner) memang sudah menjadi satu kewajiban. Tidak lengkap rasanya jika rumah mewah atau gedung-gedung tinggi tidak memiliki pendingin ruangan. Alasannya tentu saja karena gerah dan panas. Padahal, gerah dan panas tersebut merupakan salah satu efek pemanasan global yang dipicu oleh Efek RK.

Untuk mencegah terjadinya Efek RK, penggunaan pendingin ruangan ini sebaiknya dikurangi. Salah satu caranya adalah dengan membuka jendela maupun pintu ketika ruangan terasa panas. Hal yang perlu Anda ketahui bahwa pendingin ruangan bisa menghasilkan Freon yang akhirnya akan merusak atmosfer bumi.
Oleh sebab itu, mulailah membiasakan diri untuk tidak bergantung pada alat pendingin ruangan ini. Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan kipas angin. Lebih baik lagi jika Anda memanfaatkan angin yang dihasilkan secara alami dari alam.

4. Upaya Pencegahan Efek Rumah Kaca – Melakukan Penghijauan

Sungguh mengerikan melihat hutan-hutan telah gundul, baik akibat kebakaran hutan maupun penebangan liar. Tidak heran jika kondisi bumi kini semakin memprihatinkan karena tidak lagi memiliki akar penopang. Akibatnya, bencana terjadi tiada henti. Suhu bumi pun kian berubah tak menentu.

Salah satu upaya untuk mencegah efek rumah kaca adalah melakukan penghijauan hutan dengan cara menanami kembali hutan yang telah gundul. Tidak dapat dipungkiri, pohon-pohon itulah urat kehidupan bumi. Pohon-pohon yang tumbuh hijau mampu mengurangi kadar CO2 yang berada di atmosfer bumi.

5. Upaya Pencegahan Efek Rumah Kaca – Menghemat Energi

Urusan menghemat energi merupakan pekerjaan yang dapat dilakukan oleh setiap individu, terutama penghematan energi listrik. Meskipun kelangsungan hidup manusia kini sangat bergantung pada energi listrik, sebaiknya kita berusaha menggunakan energi listrik seoptimal dan seefektif mungkin.

Dengan menghemat energi listrik, kita sudah berperan untuk mencegah Efek RK. Caranya pun tentu sangat mudah. Misalnya, selalu mematikan lampu di siang hari, mematikan alat elektronik jika sudah selesai digunakan, minimalisasi penggunaan mesin pengering pada mesin cuci saat musim panas, dan sebagainya.
Itulah beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengurangi Efek RK. Mari selamatkan bumi kita dari kerusakan dengan mengurangi aktivitas yang dapat menimbulkan dan meningkatkan Efek RK !