Categories
Desain Eksterior Desain Rumah

Desain Pagar Rumah Elegan

Desain Pagar Rumah. Ada yang menutup rapat rumahnya dengan pagar rumah tinggi yang menggunakan beton cor. Pagar rumah tersebut sudah seperti benteng yang mengelilingi rumah. Belum lagi adanya tulisan “Awas Anjing Galak” yang tergantung atau yang tertempel di pagar tersebut. Entah apa maksudnya. Pagar rumah seperti ini tentunya secara tidak langsung mengatakan kepada orang-orang yang di luar bahwa penghuni rumah tak ingin diganggu.

Merencanakan dan Mendesain Pagar Rumah

Suatu pagar rumah dapat menyediakan beberapa hal, yaitu privasi, penghalang cuaca, menjaga anak atau hewan peliharaan, perlindungan dari penyusup, atau sekadar dekorasi saja. Dengan memutuskan mana yang paling penting bagi Anda, maka akan mengarahkan Anda untuk memilih jenis pagar rumah apa yang akan dibuat.

Desain dari pagar rumah hanya dibatasi oleh imajinasi Anda. Cara terbaik untuk memulainya adalah dengan melihat pagar rumah lain di wilayah Anda, melihat-lihat dari buku atau internet, dan tentu saja dari majalah. Ada berbagai jenis dari pagar, yaitu kawat, panel, picket, gaya peternakan, dan lain sebagainya. Teknik cara memasangnya rata-rata serupa.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat akan memasang pagar rumah adalah sebagai berikut.

  • Hubungi asosiasi kota atau perumahan Anda untuk mengetahui apakah ada persyaratan khusus dari konstruksi pagar rumah.
  • Periksa kembali, apakah Anda diperbolehkan untuk membangun pada batas properti.
  • Periksa apakah ada kabel atau pipa yang tertanam dalam tanah.
  • Dan pastikan Anda mengetahui batas properti Anda.

Membuat tata letak dari pagar rumah Anda adalah teori yang cukup mendasar. Tandai dengan pancang di mana Anda akan mendirikan pagar rumah dan tarik tali di antaranya. Dengan demikian, Anda memiliki panduan untuk memasang tiang-tiang pagar rumah. Jika pagar rumah Anda dimulai dari rumah atau pagar lain, biasanya Anda ingin membuatnya dengan sudut tegak lurus. Anda dapat menghitung sudut siku-siku ini dengan rumus pitagoras atau 3-4-5.

Pancang pertama akan menandai di mana pagar rumah Anda akan bermula. Ikatkan tali dari pancang dan regangkan keluar secara tegak lurus ke arah rumah (atau ke arah yang ingin Anda buat). Ukur 4 kaki (sekitar 1,2 meter) ke arah luar dan beri tanda. Tandai titik pada rumah yang berjarak 3 kaki (sekitar 91cm) dari pancang.

Tahan pita pengukur secara diagonal 3 kaki (sekitar 91cm) pada rumah dan beri tanda 4 kaki (sekitar 1,2 meter) pada tali. Lalu pindahkan tali hingga jarak antara penanda tepat 5 kaki (sekitar 1,5 meter). Ikat tali Anda pada titik ini. Maka titik ini tepat tegak lurus dari rumah.

Beri tanda posisi bilah kayu pertama. Kemudian ukur pada garis untuk menandai sisa bilah kayu sepanjang bagian dari pagar rumah kayu Anda. Lalu Anda harus berada di ujung luar dari bilah kayu sehingga Anda harus mengukur dari tali ke pusat bilah kayu. Beri tanda dengan pancang atau beri tanda dengan pita sehingga Anda dapat melihatnya.

Ketika suatu pagar rumah menuruni bukit, Anda memiliki dua pilihan. Pilihan pertama adalah Anda dapat membuat bagian atas mengikuti kemiringan bukit dan pilihan kedua adalah Anda dapat mempertahankan tingkat bagian pagar rumah dan membuat undakan pagad rumah ke bawah pada setiap bilah kayu.

Bagi pagar rumah yang berundak ke bawah, tentukan selisih ketinggian antara puncak bukit dan dasarnya. Kemudian bagi jumlah tersebut dengan jumlah bagian. Hasil perhitungan ini merupakan jumlah undakan dari pagar rumah yang menurun pada setiap bilah kayu.

Tinggi Pagar Rumah

Tinggi pagar bagian depan yang ideal adalah satu meter. Tapi kalaupun ingin membuat pagar yang lebih tinggi dari satu meter, sebaiknya gunakan material terbuka. Tidak tertutup secara masif seperti pagar pabrik dan benteng sebuah keraton.

Tinggi pagar depan satu meter atau kurang dari satu meter, masih memungkinkan penghuni rumah berkomunikasi dengan tetangga dan orang-orang yang ada di luar rumah. Bila sedang duduk-duduk di teras rumah, penghuni rumah masih bisa bertegur sapa dengan tetangga yang melintas di depan rumah.
Untuk pagar belakang, tinggi pagar bisa saja sama dengan tinggi dinding rumah, 3-4 meter. Pagar yang tinggi ini selain sebagai untuk menjaga keamanan, pagar bagian belakang biasanya jarang dilalui. Bahkan bisa juga ditutup rapat untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan.

Bahan Pagar Rumah

Bahan pembuat pagar rumah bisa dari besi tempa dengan ornamen tertentu yang bisa memperindah pagar sehingga dapat menunjang eksterior rumah. Selain besi tempa, bisa juga campuran besi, beton, dan kayu. Campuran ini akan lebih artistik bila disusun dengan perhitungan yang tepat sehingga pagar benar-benar sedap dipandang mata.

Bagi penghuni rumah yang rajin, pagar hidup akan lebih baik. Selain membuat rumah lebih asri, pagar hidup akan terlihat lebih nyaman dan bersahabat dengan alam dan lingkungan. Tentunya tanaman yang dipakai sebagai pagar hidup harus disesuaikan dengan tanaman yang ada di taman. Hal ini untuk menjaga harmonisasi gaya eksterior rumah.

Warna Pagar Rumah

Tidak ada ketentuan pasti bagaimana menentukan warna pagar. Yang pasti bagi orang-orang yang mempunyai jiwa seni, warna pagar biasanya disesuaikan dengan warna rumah dan gaya rumah.

Untuk rumah bergaya klasik, warna besi lebih dipertahankan. Untuk rumah minimalis, warna alami seperti warna kayu dan warna batu pualam yang dipakai sebagai campuran pagar, bisa dipakai. Rumah-rumah berwarna permen biasanya akan membuat pagar yang berwarna cerah pula. Warna cerah yang bisa dipakai adalah oranye, ungu, merah, dan merah muda.

Pagar Rumah – Ornamen Besi Tempa

Pagar rumah yang menggunakan besi tempa bisa berkreasi dengan leluasa. Besi tempa bisa dibentuk seperti bunga, daun, wajah lucu, atau campuran antara bunga, daun, dan bentuk-bentuk artistik lainnya. Ujung besi juga kadang dibuat runcing.

Pagar Rumah – Beling dan Setrum

Untuk menjaga keamanan, ada juga yang memasang beling-beling kaca yang tajam di pagar rumahnya. Bahkan ada yang memasang setrum listrik. Hal ini sah-sah saja dilakukan. Akan tetapi hendaknya pemasangan ini sudah dipertimbangkan masak-masak, jangan sampai membahayakan orang-orang yang tak berdosa terutama anak-anak. Apalagi bila pagar tersebut berdekatan dengan pohon yang menghasilkan buah kesukaan anak-anak.

Perencanaan Memilih Pagar Rumah

Ketika tiba waktunya untuk merencanakan, memilih atau mendesain pagar rumah, maka Anda mungkin kewalahan dengan begitu banyak jenis pagar rumah dari kayu dan pilihan-pilihan lainnya. Tapi, dalam memilih pagar rumah dari kayu ini bisa mempertimbangkan dua hal, yaitu dari bentuk dan fungsinya.

Dari hal “bentuk” pagar rumah, tentu dengan mempertimbangkan gaya atau tampilan, sedangkan “fungsi” pagar rumah dengan mempertimbangkan tujuan praktis dari pagar rumah tersebut.

Untungnya, terkadang ada hubungan yang sangat erat antara bentuk dan fungsi. Namun hal tersebut tidak selalu terjadi. Misalnya pagar rumah dari kawat dan produk logam lainnya seringkali dibuat sebagai pagar rumah dengan keamanan tingkat tinggi. Maka dari itulah, jika fungsi yang dimaksudkan bagi pagar rumah Anda demi keamanan, Anda harus memilih antara bentuk dan fungsi.

Jika mengutamakan gaya dari rumah, maka Anda pasti ingin memiliki pagar rumah dari kayu. Namun jika lebih peduli pada keamanan, maka sebaiknya Anda memilih pagar dari logam, biasanya besi atau baja.

Jenis Pagar Rumah Berdasarkan Bentuk

Dalam memilih jenis dari pagar rumah kayu, maka pertimbangkan seluruh kompatibilas yang potensial, baik dari gaya rumah maupun dengan gaya desain lanskap. Penyesuaian desain pagar rumah tersebut contohnya adalah sebagai berikut.

  • Pagar rumah dari kayu dengan bentuk split rel atau bentuk seperti rel yang melintang. Desain ini ditandai dengan susunan yang kasar dan beralur serta bentuk rel yang selalu menjadi favorit rumah yang bergaya peternakan dan desain lanskap dengan tema Amerika Serikat Barat Daya.
  • Pagar rumah dari kayu dengan bentuk picket atau bilah kayu yang tersusun arah vertikal. Bentuk ini sesuai untuk rumah gaya pondok atau desain lanskap yang terinspirasi oleh taman pondok Inggris.

Jenis Pagar Rumah Berdasarkan Fungsi

Ada kondisi khusus di mana pagar rumah dari kayu, terlepas dari tampilannya yang cantik, mungkin bukan pilihan terbaik sebagai pagar rumah. Terkadang, sebagai contoh pemilik rumah di market pagar rumah ingin menjaga /link] hewan agar tetap di halaman, misalnya anjing. Dalam hal ini, pagar rumah listrik khusus untuk anjing mungkin dapat menjadi jawaban.

Ada juga ketika permasalahannya adalah menjaga agar hewan tidak masuk ke [link:5551]halaman, misalnya anjing liar atau rusa jika Anda masih berada di wilayah pedesaan. Keamanan adalah fungsi praktis lain dari permintaan para pemilik rumah terhadap pagar rumah. Maka dari itulah, pagar rumah dari logam lebih menjadi pertimbangan dibandingkan pagar rumah dari kayu.

Pagar rumah tersebut dapat berupa besi atau baja las. Tetapi pagar rumah dari kayu merupakan pilhan sempurna untuk pagar rumah yang lebih pribadi, baik dalam hal penghalang suara atau yang lebih umum adalah penghalang visual.

Pagar rumah dari kayu, beserta dengan vinil tiruannya menyediakan beberapa pilihan pagar rumah yang paling menarik. Hal ini sangat disarankan jika kepedulian terbesar Anda adalah menciptakan cagar alam di halaman belakang. Gaya benteng menawarkan contoh desain pagar rumah dari kayu yang mampu menjadi penghalang yang solid antara halaman Anda dengan halaman tetangga sehingga menghasilkan privasi sepenuhnya. Sementara susunan batu seperti batu bata dapat berfungsi sama, namun biayanya lebih besar jika dibandingkan dengan pagar rumah dari kayu.

Seseorang dapat berkompromi pada privasi saat memilih pagar rumah. Hal ini dilakukan dengan memilih pagar rumah dari kayu dengan desain yang lebih berangin sehingga menghindari pemagaran dari dunia luar. Pagar rumah dengan gaya picket yang tinggi misalnya, akan mampu memberikan privasi secara parsial sebagaimana pagar rumah dengan desain kisi-kisi.

Suatu alternatif yang populer untuk pilihan pagar rumah dengan pilihan privasi seperti dijelaskan sebelumnya adalah desain pagar rumah dari kayu yang hybrid, misalnya suatu penghalang solid untuk pemagaran tiga perempat dari bawah ke atas dengan kisi-kisi di atas untuk memasukkan unsur lebih berangin dan dekorasi.

Salah satu faktor dalam memilih jenis pagar rumah dari kayu yang berbeda adalah kompatibilitas pagar rumah tersebut dengan desain lanskap rumah. Pagar rumah dari kayu yang solid dapat menyediakan latar belakang yang menarik untuk bercocok tanam. Sementara desain pagar rumah dari kayu yang berangin, contohnya pagar rumah dari kayu dengan bentuk split rel dan gaya picket dapat berfungsi sebagai bagian depan atau latar belakang untuk bercocok tanam di kebun.

Semoga tip tersebut dapat memudahkan Anda untuk membuat pagar rumah.