Biaya Bangun Rumah Yang Murah

Biaya Bangun Rumah

Biaya Bangun Rumah bisa sangat mahal jika bahan bangunan yang digunakan merupakan bahan bangunan kelas satu, atau bahan bangunan yang biasa dipakai pada pembuatan rumah mewah walaupun ukuran rumah cukup kecil semisal tipe 36 sekalipun. Biaya pembangunan sebuah ruamh juga bisa cukup terjangkau jika bahan bangunan yang digunakan yang biasa dan tidak menggunakan jasa arsitek. Semua pengukuran dilakukan sendiri dengan tidak menggunakan gambar bagan bangunan apapun. Semua terserah kepada pemilik rumah.

Desain Rumah Mewah Kolam Renang

Bila Lebih Serius

Kalau memang mau serius membangun sebuah rumah dengan kualitas yang cukup baik dan bertahan dari goncangan gempa sekira 5 SR, maka satu meter persegi bisa mencapai 2-3 juta rupiah. Perkiraan itu sudah masuk kategori cukup baik. Kalau akan ditingkat, perkiraan biaya pembangunan tentunya lebih mahal lagi karena harus memikirkan kerangka bangunan yang lebih kuat. Kalau banyak model dengan penataan ruang yang cukup rumit, maka biaya gambar akan lebih mahal.

 

Pada dasarnya yang harus dipikirkan ketika akan membangun sebuah rumah itu adalah biaya arsitek dan kontraktor, biaya pembuatan IMB, dan biaya yang tak terduga lainnya yang disiapkan sekira 10 persen dari total biaya. Biaya yang tak terduga ini adalah untuk mengantisipasi harga bangunan yang bisa saja melonjak tak terkendali ditengah pembangunan yang sedang gencar-gencarnya. Kalau tidak disiapkan sedini mungkin, dikhawatirkan ruamh impian tidak bisa dihuni tepat waktu. Apalagi kalau ketika pembangunan tersebut, kontrak rumah hanya cukup selama 5 bulan.

Ilustrasi perhitungan harus tepat dan dibuat cukup lengkap agar tidak terlalu melenceng dari perkiraan. Tidak sedikit orang akhirnya keteteran dan tidak mampu melanjutkan pembangunan karena dana tidak ada. Untuk lebih detilnya, ada baiknya melakukan survei ke beberapa rumah yang ada di perumahan yang baru dibangun. Misalnya, harga rumah tipe 36 dengan luar tanah 100 meter persegi, kini mencapai 300 jutaan, maka harga itu bisa saja menjadi 200 juta kalau membangun sendiri.

Dengan memperkirakan harga jual rumah baru di perumahan dekat dengan tanah yang akan dibangun itu, maka gambaran biaya pembangunan rumah bisa diketahui. Banyak hal yang tak terduga ketika sedang membangun itu. Lama pembangunan pun bisa mencapai 4-5 bulan. Kalau terlalu cepat, ditakutkan kualitas bangunan tidak terlalu bagus. Apalagi akan membuat rumah yang bertingkat. Biaya bangun rumah tentu saja membutuhkan dana dan waktu yang lebih lama. Seringlah mensurvei tempat penjualan bahan bangunan premium sebagai perbandingan harga. Biasanya harga bahan premium itu bisa mencapai 50% lebih tinggi dari bahan bangunan dengan standar biasa.

Satu hal lagi yang patut diperhatikan adalah pemborong atau kontraktor yang akan mengerjakan rumah itu. Jangan sampai dibiarkan saja karena orang tidak bekerja sangat profesional. Semaunya harus diawasi agar hasilnya bagus. Dengan adanya pengawasan ini, penyimpangan bisa dilacak sedini mungkin sehingga tidak merasa dirugikan atau merasa kecewa dengan hasil yang didapatkan. Lakukan pengawasan dengan cara kekeluargaan. Bawa makanan atau rokok untuk para pekerjanya. Jangan lupa untuk mengecek hasil pengerjaannya setiap kali datang.

Apalagi ketika sedang mengerjakan pondasi. Hal ini sangat penting untuk diawasi. Untuk itu, belajarnya apa saja yang harus dicek ketika mengawasi setiap bagian dari pembangunan rumah tersebut. Bagaimana dengan kolom-kolom yang dipasang, bagaimana bentuk batu bata yang digunakan. Penggunaan batu bata tentu saja akan mempengaruhi kekuatan bangunan. Tidak sulit mempelajari seni membangun rumah ini asal mau dan tekun memperhatikan bangunan yang sedang dibangun. Adukan semen pun bisa mempengaruhi kualitas bangunan.

Terutama masalah campuran semen dan batu atau semen dengan pasir. Jenis pasir dan jenis semen pun berbeda. Apalagi kalau mau menggunakan semen tahan api. Hal ini tentu saja membutuhkan dana dan perhatian yang lebih agar dana yang telah ditanamkan itu akan menghasilkan sesuatu yang benar-benar sesuai dengan impian. Memang membutuhkan kerja ekstra ketika memang mau mendapatkan apa yang telah diimpikan lama. Kalau mau sembarangan, rumah akan cepat rusak dan hati pasti akan tidak senang menerimanya.

Pembiayaan

Bagi setiap orang, rumah merupakan kebutuhan primer sebagai tempat tinggal. Rumah menjadi tempat bernaung, bersantai, bersenda gurau dengan keluarga, tempat berkumpulnya sahabat dan kerabat di saat-saat spesial. Bagi pengantin baru atau pasangan suami istri yang sudah lama menikah pun, membangun rumah menjadi agenda yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Persoalannya, bagi Anda yang hendak membangun rumah perlu dihitung secara matang berapa besaran biaya pembanguna rumah tersebut.

Karena banyak orang masih awam bagaimana menghitung biaya untuk membuat sebuah rumah. Jangan sampai Anda dibohongi atau “dinakali” oleh arsitek atau bahkan kontraktor yang mengerjakan rumah kita. Tak ada pola yang baku untuk menghitung biaya yang harus Anda keluarkan untuk membayar jasa arsitek dan kontraktor rumah Anda. Yang jelas sangat relatif dan tergantung dari kualitas kerjaan si arsitek dan kontraktor sendiri.

Tak ada pola yang baku untuk menghitung biaya yang harus Anda keluarkan untuk membayar jasa arsitek dan kontraktor rumah Anda. Untuk biaya arsitek, secara umum biasanya berkisar antara 2-4% dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang Anda buat. Patokan awal biasanya disepakati dengan design rumah yang Anda inginkan sebagai pemilik. Dan dari situ akan keluar harga per m2 bangunan, yang kemudian angka tersebut bisa menjadi acuan untuk menentukan fee yang akan diperoleh si arsitek sebelum RAB final selesai dibuat.

Selain itu, bisa juga harga design (gambar) rumah ditentukan berdasarkan per m2. Umumnya, di Jakarta Biaya Bangun Rumah adalah 80 ribu/m2 sampai dengan 165 ribu/m2, dan apabila harganya lebih dari itu maka si arsitek sudah cukup mempunyai nama dan terbiasa mengerjakan proyek-proyek yang bernilai miliaran rupiah.

Sedangkan untuk biaya jasa kontraktor, ada tiga bentuk yang biasanya dilakukan. Cost dan fee besarnya harga kontraktor didasarkan pada persentase keseluruhan estimasi biaya yang harus dikeluarkan oleh owner. Kisarannya antara 10-15%. Sistem ini bepotensi merugikan owner ketika pihak kontraktor yang mengerjakan rumah Anda “nakal”, dengan mengulur-ulur waktu pengerjaan rumah.

Hal tersebut dapat mengakibatkan biaya yang harus dikeluarkan menjadi membengkak. Biaya untuk membayar jasa kontraktor otomatis ikut membengkak. Teknik yang lain adalah fixed cost dan fee. Cara ini hampir sama dengan sistem pertama, tapi fee yang akan diterima pihak kontraktor sudah ditentukan di awal. Sehingga berapa lama pun pengerjaan membangun rumah Anda, cost yang harus Anda keluarkan untuk membayar fee kontraktor sama saja.

Sistem borongan atau lumsum. Sistem ini biasanya diambil oleh owner yang tak ingin repot dengan urusan pembukuan keuangan proyek. Sehingga pembayaran dilakukan sekaligus apabila rumahnya sudah siap untuk dihuni (buka pintu).

Berapa IMB yang Harus Dibayar

Biaya untuk Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) sangat sulit ditentukan. Karena tergantung lobi Anda kepada pejabat di dinas bangunan setempat di mana Anda berada.Tapi intinya, biaya yang biasa dikenakan adalah Rp 25 ribu/m2. Bisa juga lebih besar dari itu atau malah lebih kecil dari angka itu. Inilah seni bernegosiasi dengan orang-orang yang berwenang.

Ilustrasi Perhitungan

Biaya Bangun Rumah

Misalkan, Anda memiliki luas tanah 100 m2, dan luas bangunan yang akan Anda bangun 60 m2. Design yang Anda inginkan adalah 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, garasi, dan 1 kamar pembantu. Selanjutnya, kita asumsikan saja biaya jasa arsitek Rp 100 ribu/m2, kontraktor 10%, biaya IMB 25 ribu/m2, biaya bangunan 2,3 juta/m2, sehingga total dana yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp. 159,3 juta.

Rincian perhitungan total biaya yang dikeluarkan adalah sebagai berikut: Jasa arsitek Rp. 100 ribu/m2 x 60 m2 = Rp. 6 juta, kontraktor Rp. 10% x 60 m2 x 2,3 juta/m2 = Rp. 13,8 juta, IMB Rp. 25 ribu/m2 x 60 m2 = Rp. 1,5 juta, biaya bangunan Rp. 2,3 juta/m2 x 60 m2 = Rp.138 juta.> Maka, total biaya yang harus Anda keluarkan adalah sebesar Rp. 159, 3 juta.

Asumsi Biaya
Jasa Arsitek
Rp. 100.000/m2

Biaya Kontrakror
10% dari total pembangunan, Biaya IMB
Rp. 25.000/m2

Biaya Bangunan
Rp. 2.300.000/m2

Rincian Biaya, Jasa Arsitek
100.000 x 60 = 6.000.000

Biaya Kontrakror
10% x 60 x 2.300.000 = 13.800.000

Biaya IMB
25.000 x 60 = 1.500.000

Biaya Bangunan
2.300.000 x 60 = 138.000.000

Total: Rp. 159.300.000

Demikian kira-kira perhitungan kasar untuk membantu Anda dalam menentukan biaya pembangunan rumah. Dengan hitungan tersebut, Anda tentu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan rumah yang akan Anda bangun. Semoga bisa membantu!